supawi-pawenang.blogspot.co.id
MAKALAH
KINERJA
MANAJERIAL
Disusun
sebagai pemenuhan tugas
Mata
Kuliah : Ekonomi Manajerial
Dosen
Pengampu : Dr. Supawi Pawenang, SE, MM
Di Susun Oleh :
Dwi
Oktaviani Lardo Putri / 2015.020.154
Fakultas
/ Jurusan : Ekonomi / Manajemen
Kelas
: A2
UNIVERSITAS
ISLAM BATIK (UNIBA)
SURAKARTA
2017/2018
LATAR BELAKANG
Kinerja
manajerial menunjukkan kemampuan dan prestasi seorang manajer dalam menjalankan
organisasi untuk mewujudkan tujuan yang mengarah kepada ketercapaian pelayanan
publik. Kepentingan kinerja manajerial dibutuhkan untuk menilai seberapa jauh
lembaga/organisasi dapat menerapkan visi, misinya agar pelayanan publik dapat
terwujud.
Kinerja
manajer akan dikatakan efektif apabila tujuan organisasi yang telah tertuang
dalam anggaran dapat dicapai. Partisipasi dapat meningkatkan kinerja karena
partisipasi memungkinkan bawahan mengkomunikasikan apa yang mereka butuhkan
kepada atasannya dan partisipasi dapat memungkinkan bawahan untuk memilih
tindakan yang dapat membangun komitmen dan dianggap sebagai tanggung jawab atas
apa yang telah dipilih. Oleh karena itu, partisipasi dalam hal ini diharapkan
dapat meningkatkan kinerja manajerial secara keseluruhan.
Kejelasan
sasaran anggaran mencerminkan sejauh mana tujuan anggaran ditetapkan secara
spesifik dan jelas sehingga dapat dipahami oleh orang yang bertanggung jawab
dalam pencapaiannya. Apabila sasaran tidak disebutkan secara spesifik akan
menyebabkan kebingungan yang akan berdampak buruk terhadap kinerja.
RUMUSAN MASALAH
A. Bagaimana kinerja manajerial menurut Kolb’s Learning Cycle & Deming’s Wheel ?
B. Bagaimana cara melakukan pengukuran kinerja manajerial ?
C. Apa manfaat dari adanya pengukuran kinerja manjerial ?
KINERJA MANAJERIAL MENURUT KOLB’S LEARNING CYCLE & DEMING’S WHEEL
Menurut Kolb’s Learning Cycle
a) Melakukan
Untuk memperoleh pengalaman
b) Merenungkan
Untuk mengamati dan merenungkan hal yang jadi tanggungjawabnya
c) Memikirkan
Untuk menarik kesimpulan (plus-minus)
d) Memutuskan
Bereksperimen
Menurut Deming’s Wheel
a) Plan
Mengembangkan rencana perbaikan
b) Do
Menerapkan rencana perbaikan dalam skala kecil
c) Check
Memeriksa apakah rencana tersebut berhasil
d) Action
Menerapkan perbaikan yang sudah diuji
MANFAAT
PENGUKURAN KINERJA MANAJERIAL
Pengertian
kinerja manajerial adalah hasil dari
proses aktivitas manajerial yang efektif mulai dari proses perencanaan,
pelaksanaan, penatausahaan, laporan pertanggungjawaban, pembinaan, dan
pengawasan.
Kinerja manajerial menurut Stoner (1992) adalah seberapa efektif
dan efisien manajer telah bekerja untuk mencapai tujuan organisasi. Ada dua
alasan menurut Brownel (1982) dalam Wasisto dan Sholihin (2004)
mengapa partisipasi menjadi topik yang
menarik dalam akuntansi manajemen. Pertama, partisipasi pada umumnya merupakan
pendekatan manajerial yang dinilai dapat meningkatkan kinerja anggota
organisasi, kedua, beberapa penelitian yang menguji hubungan antara partisipasi
dengan kinerja menunjukan hasil yang tidak konsisten.
FAKTOR-FAKTOR
YANG MEMPENGARUHI
Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kinerja manajerial menurut Amstrong dan Baron (1998) dalam Maria Niken Setyarini dan Anastasia Susty A (2008), antara lain :
a) Faktor Pribadi (keahlian, kepercayaan diri, motivasi dan komitmen
b) Faktor Kepemimpinan (kualitas keberanian/semangat,pedoman pemberian semangat pada manajer dan pemimpin kelompok organisasi)
c) Faktor Tim/kelompok (sistem pekerjaan dan fasilitas yang disediakan oleh organisasi)
d) Faktor Situasional (perubahan dan tekanan dari lingkungan internal dan eksternal)
MANFAAT PENGUKURAN
a) Performance Improvement, memungkinkan manajer atau pegawai untuk melakukan tindakan yang berhubungan dengan peningkatan kinerja
b) Compensation adjustment, membantu para pengambil keputusan untuk menentukan siapa saja yang berhak menerima reward ataupun sebaliknya.
c) Placement decision,menentukan promosi atau transfer.
d) Training and development need, mengevaluasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan bagi pegawai agar kinerja mereka lebih optimal.
e) Career planning and development, memandu untuk menentukan jenis karir yang dapat dicapai.
f) Staffing process deficiencies, mempengaruhi prosedur perekrutan pegawai.
g) Informational inaccuracies and job-design error, membantu menjelaskan kesalahan apa saja yang telah terjadi dalam manajemen.
h) Equal employment opportunity, menunjukkan bahwa placement decision tidak diskriminatif.
i) External challenges, kinerja pegawai terkadang dipengaruhi oleh factor eksternal seperti keluarga, keuangan pribadi, kesehatan dan lain-lain.
j) Feedback, memberikan umpan balik bagi masalah kepegawaian atau bagi pegawai itu sendiri.
CARA MELAKUKAN PENGUKURAN KINERJA MANAJERIAL
Kinerja
manajerial ini diukur dengan mempergunakan indikator (Mahoney et.al, 1963):
a) Perencanaan adalah penentuan kebijakan dan sekumpulan
kegiatan untuk selanjutnya dilaksanakan dengan mempertimbangkan kondisi waktu
sekarang dan yang akan datang. Perencanaan bertujuan untuk memberikan pedoman
dan tata cara pelaksanaan tujuan, kebijakan, prosedur, penganggaran dan program
kerja sehingga terlaksana sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan.
b) Investigasi merupakan kegiatan untuk melakukan
pemeriksaan melalui pengumpulan dan penyampaian informasi sebagai bahan
pencatatan, pembuatan laporan, sehingga mempermudah dilaksanakannya pengukuran
hasil dan analisis terhadap pekerjaan yang telah dilakukan. Pengkoordinasian
merupakan proses jalinan kerjasama dengan bagian-bagian lain dalam organisasi
melalui tukar-menukar informasi yang dikaitkan dengan penyesuaian
program-program kerja.
c)
Koordinasi, menyelaraskan tindakan yang meliputi
pertukaran informasi dengan orang-orang dalam unit organisasi lainya, guna
dapat berhubungan dan menyesuaikan program yang akan dijalankan.
d)
Evaluasi adalah penilaian yang dilakukan oleh pimpinan
terhadap rencana yang telah dibuat, dan ditujukan untuk menilai pegawai dan
catatan hasil kerja sehingga dari hasil penilaian tersebut dapat diambil
keputusan yang diperlukan.
e)
Supervisi, yaitu penilaian atas usulan kinerja yang
diamati dan dilaporkan.
f) Staffing, yaitu memelihara dan mempertahankan bawahan
dalam suatu unit kerja, menyeleksi pekerjaan baru, menempatkan dan
mempromosikan pekerjaan tersebut dalam unitnya atau unit kerja lainnya.
g) Negosiasi, yaitu usaha untuk memperoleh kesepakatan
dalam hal pembelian, penjualan atau kontrak untuk barang-barang dan jasa.
- Representasi, yaitu menyampaikan informasi tentang visi, misi, dan kegiatan- kegiatan organisasi dengan menghadiri pertemuan kelompok bisnis dan konsultasi dengan kantor-kantor lain.
KESIMPULAN
Kinerja Manajerial adalah hasil dari proses aktivitas manajerial yang efektif mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, laporan pertanggungjawaban, pembinaan, dan pengawasan.
Ada beberapa pendapat mengenai kinerja manajerial dari Kolb’s Learning Cycle & Deming’s Wheel
Pada intinya mengukur kinerja manajerial memiliki banyak manfaat salah satunya, yaitu Performance Improvement yang memungkinkan manajer atau pegawai untuk melakukan tindakan yang berhubungan dengan peningkatan kinerja.
Pengukuran kinerja di lakukan dengan beberapa indikator yaitu, Perencanaan, Investigasi, Koordinasi, Evaluasi, Supervisi, Staffing, Negosiasi, Representasi.
Ada beberapa pendapat mengenai kinerja manajerial dari Kolb’s Learning Cycle & Deming’s Wheel
Pada intinya mengukur kinerja manajerial memiliki banyak manfaat salah satunya, yaitu Performance Improvement yang memungkinkan manajer atau pegawai untuk melakukan tindakan yang berhubungan dengan peningkatan kinerja.
Pengukuran kinerja di lakukan dengan beberapa indikator yaitu, Perencanaan, Investigasi, Koordinasi, Evaluasi, Supervisi, Staffing, Negosiasi, Representasi.
REFERENSI :
Supawi Pawenang, 2017, Modul Ekonomi Manajerial, Surakarta:UNIBA
http://www.psychologymania.com/2013/04/pengertian-kinerja-manajerial.html
http://repository.uin-suska.ac.id/2841/3/BAB%20II.pdf

Komentar
Posting Komentar